Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak.jpg
Old cover, source: goodreads

I know it’s too late to write about this. Tapi rasanya perlu menuliskan dalam blog pribadi ini. Sudah membaca dua kali dan bahkan sudah menonton film adaptasi-nya. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah buku yang bagus, bahkan film-nya pun sangat keren.

Sebuah buku dari Adhitya Mulya yang menceritakan tentang kehidupan seorang ibu, dan dua anak laki-lakinya, Satya dan Cakra. Ayah dari Satya dan Cakra meninggal karena kanker saat mereka masih kecil dan kemudian untuk menemani anak-anaknya tumbuh besar, sang ayah menitipkan video-video kepada istrinya untuk ditunjukkan kepada anak-anak mereka di setiap hari Sabtu.

First released in 2014. I bought the book in 2015 and write in 2016 haha. Ok. Tidak banyak, hanya ingin menegaskan bahwa tidak rugi membaca buku ini selain karena penyampaian yang yang tenang, penuh perasaan dengan humor yang ringan dan kekinian, juga karena banyak pelajaran yang bisa diambil. Mulai dari pelajaran tentang orang tua kepada anak, suami kepada istri dan sebaliknya, bahkan seseorang yang mencari pasangan hidup.

“Kata bapak saya… dan dia dapat ini dari orang lain. Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan, Yu.’

Find someone complementary, not supplementary.

Sabtu Bersama Bapak adalah buku emas yang menurut saya dapat dibaca kapan saja dan mungkin berulang, seperti yang sudah saya lakukan.

Sabtu Bersama Bapak New cover.jpg
New cover, source: bukabuku

Score: 9.25 out of 10 || Purchase the original book on gramedia

Bagi yang belum menonton filmnya (sudah lewat hehe), berikut official trailer Sabtu Bersama Bapak the movie.

Leave a Reply